Inilah Keunggulan Kelebihan Kusen UPVC!

Conchindonesia.com - Setelah mengetahui sejarah atau asal usul produk UPVC, yang ada di benak kita sekarang mungkin adalah "apa sih kelebihan atau keunggulan produk kusen UPVC dibandingkan produk lainnya katakanlah kusen kayu atau kusen aluminium"? Di tulisan kali ini kami akan menjawabnya sekaligus memberikan penjelasan yang sekiranya bisa membuka wawasan dan bermanfaat. Selamat membaca!

Kusen Kayu Sudah Masa Lalu

Semua orang setuju bahwa penggunaan kusen kayu untuk zaman sekarang boleh dibilang sangat-sangatlah terbatas. Kalau tidak benar-benar terpaksa tidak akan dipergunakan sebagai bagian dari arsitektural sebuah bangunan atau ruangan. Alasannya sudah jelas karena kayu bisa lapuk, bisa dimakan rayap, bisa memuai, kualitasnya semakin menurun karena untuk mendapatkan kayu berumur dengan kadar air minimum sangatlah susah, harganya mahal karena penebangan hutan semakin terbatas, berat, tidak eco-friendly, warnanya cuma satu jenis yakni motif kayu (wood grain), jika dipaksa dicat maka cepat pudar, cepat terbakar, tidak tahan air, dsb. Ada 1001 alasan kusen kayu ditinggalkan pemilik rumah kecuali mungkin untuk pintu utama saja. Untuk pintu utama pun harus benar-benar kayu jati yang kadar airnya paling kecil. Meski harganya sangatlah mahal, berhubung untuk pintu utama maka masih wajarlah. Ingat harus yang kadar airnya paling minim agar tidak memuai, turun dan menimbulkan bunyi greet...greet...mengeret.

Rumah tradisional adat berbahan murni kusen kayu
Rumah tradisional atau rumah adat tentu mempertahankan kayu sebagai bahan dasar atau bahan aslinya. Guna mendapatkan nilai seni atau sejarahnya. Jangan disamakan dengan rumah atau bangunan modern di zaman sekarang. (Arsitag)

Kalaupun masih ada yang menggunakan kusen kayu, mungkin karena belum tersentuh informasi mengenai penggunaan kusen aluminium terlebih kusen UPVC. Atau mungkin di kota atau desa tersebut belum ada tukang kusen aluminium sehingga tidak ada pilihan lain selain masih menggunakan kusen kayu. Atau bisa juga kusen kayu ini dipergunakan untuk mempertahankan ciri khas dari unit-unit properti (rumah/bangunan) tertentu yang memang akan kehilangan nilai seninya jika memakai kusen aluminium atau bahkan kusen UPVC. Misalnya: rumah adat atau rumah tradisional. Contoh sederhananya rumah adat Jawa (omah jawi) seperti rumah joglo. 

Omah Jawi agar terlihat benar seperti aslinya dan memiliki kekayaan seni tentu harus menggunakan unsur kayu secara maksimal. Mulai dari plafon, dinding, jendela, pintu, tangga, kusen bahkan lantai. Bukan itu saja. Bahkan semua ornamen atau furniture di dalamnya pun harus dari kayu. Untuk rumah adat, rumah tradisional atau bangunan khusus tentu pengecualian. Kalau untuk rumah-rumah modern atau bagunan modern di zaman sekarang, kusen kayu sudah pasti tidak akan dipergunakan. Urusan rayap dan lapuk saja bikin kepala pusing!

Kusen Aluminium Masa Sekarang

Kusen kayu digantikan oleh kusen aluminium. Penemuan dan produksi kusen aluminium benar-benar memberikan angin segar bagi dunia konstruksi dan rancang bangun. Selain harganya yang lebih murah, kusen aluminium jelas-jelas memiliki berbagai keunggulan yang tidak dipunyai kusen kayu. Sebut saja misalnya daya tahannya dari air, panas sinar matahari, binatang seperti rayap, lapuk, dsb.

Rumah menggunakan kusen aluminium
Salah satu contoh rumah yang menggunakan kusen aluminium. Warna kusen yang dipergunakan adalah hitam. Tampak bersih, indah dan menawan, bukan? Dari jauh sebenarnya susah dibedakan antara kusen aluminium dan kusen UPVC kecuali dari dekat atau kita raba atau pegang dengan jari tangan.
 
Selain itu kusen aluminium pun bisa dibuat beraneka rupa warna selain warna dasar seperti warna urat kayu (wood grain), putih, merah, hijau, kuning, emas, dsb...sesuai keinginan. Warna-warna lanjutan ini biasa dikenal sebagai warna coating (cat baru). Biasanya menggunakan cat serbuk yang disebut powder coating demi kualitas daya lengket, warna dan daya tahannya di kemudian hari. Oya, motif urat kayu (wood grain) juga termasuk warna coating loh! Karena kusen aluminium warna dasarnya hanya 3 yakni: silver (perak), cokelat dan hitam. Maksud warna dasar ini adalah warna yang diproduksi massal dari pabrik untuk dijual kepada khalayak umum.

Kusen UPVC Adalah Masa Depan

Bagaimana dengan kusen UPVC? Apakah kusen jenis ini bisa menggantikan kusen aluminium? Jawabnya sudah pasti! Karena hanya produk kusen aluminium tertentu saja yang dibuat khusus dari pabrik yang bisa bersanding dengan produk UPVC. Kalau kusen-kusen aluminium biasa yang dirakit secara manual oleh tukang atau yang sering kita pergunakan atau kita temui, jelas sudah kalah atau tertinggal jauh dari sisi manfaat dan teknologi.

Rumah menggunakan kusen UPVC
Salah satu contoh rumah yang menggunakan kusen UPVC. Dari jauh juga sangat mirip dengan kusen aluminium. Hanya dengan melihat dan merabanya dari dekat baru bisa dibedakan. Di sini warna UPVC yang digunakan adalah putih.
 
Secara umum, kusen aluminium memiliki manfaat dan keunggulan yang sama dengan kusen UPVC. Sekilas tidak akan tampak ada perbedaannya. Bahkan kalau sudah dipasang atau dirakit dan sudah terpasang menyatu dengan bangunan atau ruangan, dari jauh pun sulit untuk dibedakan apakah itu kusen aluminium atau kusen UPVC. Kecuali dilihat dari dekat, dipegang atau diraba. Karena dari bunyinya saja sudah berbeda. Atau dari warna pun bisa menebaknya karena jumlah warna UPVC hanyalah warna dasar dan urat kayu. Jadi kalau ada rumah, ruko atau bangunan yang menggunakan kusen katakanlah warna hijau, merah atau kuning, pasti kusen aluminium.

Inilah Keunggulan Kelebihan Kusen UPVC:

Mari kita simak keunggulan atau kelebihan kusen UPVC di bawah ini:

TEKNOLOGI MASA DEPAN

Apa maksudnya? Maksudnya adalah: meski antara kusen aluminium dan kusen UPVC sama-sama dirakit dan dipotong dengan tangan manusia alias tukang, hasil akhir produk kusen UPVC harus menggunakan mesin panas (press). Dengan daya panas yang cukup inilah ujung dari kusen UPVC disatukan. Berbeda dengan kusen aluminium di mana kusen bisa dipesan dari pabrik atau distributor lalu diantar atau dikirim ke lokasi proyek dan di sana tukang memotongnya secara manual, dirakit dengan skrup lalu dipasang secara manual ke tembok. Sampai di sini anda paham? Kusen UPVC tidak dikerjakan demikian.

Kusen UPVC memang dipotong secara manual dengan mesin potong seperti layaknya kusen aluminium. Tetapi ketika dirakit maka harus menggunakan mesin khusus. Dan inilah yang membuatnya berbeda dari produk kusen aluminium. Inilah salah satu keunggulannya dan sekaligus kerumitannya yang kadang bikin repot bagi tukang UPVC itu sendiri. Jadi hasil akhir selalu dari pabrik dalam bentuk jadi baru dikirimkan ke lokasi proyek atau ke rumah pribadi untuk dipasang. Terkecuali anda sedang membangun unit apartemen atau hotel dengan jumlah unit atau kamar yang banyak maka masih memungkinkan kami untuk mengangkut mesin ke lokasi atas dasar efisiensi. Semua dikerjakan dan dirakit di sana. Kalau tidak, tetap harus dikerjakan di pabrik (pabrikasi) begitu selesai baru dikirim ke alamat tujuan untuk dipasang.

Bisa dong anda bedakan yang prosesnya menggunakan tangan secara manual dengan yang menggunakan mesin? Teknologinya jelas sudah berbeda! Beberapa tahun ke depan akan semakin berbeda. Kecuali misalnya kusen aluminium merek YKK yang dirakit khusus dari pabrik!

BEBAS KOROSI!

UPVC karena bukan berbahan dasar logam sudah jelas bebas korosi. Korosi itu semacam keropos atau rontok secara halus per lahan lahan seiring proses pengkaratan. Semua logam seiring waktu akan mengalami degradasi atau kerusakan akibat reaksi redoks dengan berbagai zat di sekitarnya yang menimbulkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki.

Meski bahan aluminium bebas korosi tetapi profil kusen aluminium yang dijual di pasaran tidak semuanya murni 100% adalah aluminium. Ada tambahan beberapa unsur logam lainnya. Makanya ada banyak merek kusen aluminium dan harganya pun berbeda-beda. Ada yang mahal dan ada yang sangat murah yang biasa dipergunakan untuk membuat rak piring, rak kaca, rak pajangan, gerobak jualan bakmi, etalase kaca, dsb. Adalah sangat penting kalau anda memilih kusen aluminium untuk menggunakan kusen aluminium ternama dan sudah terbukti berkualitas agar kandungan aluminiumnya maksimal sehingga bebas korosi. Jika tidak demikian, sudah jelas kusen aluminium yang anda gunakan untuk jendela, pintu, kaca mati, partisi ruangan dan lain-lain tidak bebas dari korosi.

UPVC TIDAK MENGHANTAR PANAS

Sama seperti kusen kayu, UPVC juga bukan penghantar panas yang baik. Kalau kusen aluminium jelas penghantar panas yang sangat bagus karena unsurnya logam. Jadi kalau anda tidak mau sebuah ruangan cepat panas atau bahkan terbakar, jelas jangan gunakan kusen aluminium. Gampang kok buktiinnya. Anda pegang satu batang profil kusen aluminium yang panjangnya kira-kira 6 meter. Anda bakar di salah satu ujungnya lalu anda pegang ujung lainnya. Dengan sangat cepat akan terasa panas bahkan membuat luka di tangan. Inilah maksudnya penghantar panas yang bagus. Tidak demikian dengan kusen kayu dan kusen UPVC. Karena aluminium itu logam sama seperti besi, baja, nikel, dsb. Sampai di sini jelas?

Meski kusen aluminium susah terbakar tetapi karena dia penghantar panas yang bagus maka sebuah ruangan jauh lebih cepat akan terbakar. Sekali lagi ini sangat tergantung isi dari ruangan atau rumah tersebut. Meski memang dari 3 bahan dasar kusen: kayu, aluminium dan UPVC, jelas kayu adalah yang paling cepat terbakar bahkan menjadi pemicu kebakaran yang jauh lebih hebat. Sekali terbakar maka kusen kayu akan menambah dahsyat kebakaran yang terjadi. Bahaya!

Bagaimana dengan UPVC? UPVC jelas bisa terbakar. Logam besi bahkan baja saja bisa terbakar bahkan melebur hancur seperti bubur di derajat kepanasan tertentu apalagi UPVC? Kusen aluminium kalau dibakar jelas sulit karena bahannya aluminium. Hanya saja benda-benda sekelilingnya yang akan terbakar dulu karena aluminium menghantar dan mengumpulkan sumber panas. UPVC tidak menghantar panas tetapi akan terbakar jika api yang membakarnya tetap menyala. Jika apinya mati maka otomatis kebakaran itu berhenti. Ingat, UPVC bukan plastik! Kalau plastik jelas begitu dibakar akan terus menyala dan menjadi sumber api berkepanjangan. Untuk melihat fakta ini anda harus mencobanya langsung. Silakan hubungi kami agar diberikan contoh video bagaimana UPVC bereaksi ketika dibakar.

MUDAH MEMBENTUK MODEL

Karena UPVC berbahan dasar seperti plastik maka mudah dibentuk sesuai desain ruangan atau bangunan. Berbeda dengan kusen kayu yang jelas kaku dan hanya bisa dibentuk kotak persegi. Kusen aluminium meski sudah tampak ramping dan ringan tetap saja tidak bisa membentuknya dengan fleksibel seperti melingkar atau setengah lingkaran kecuali langsung dari pabrik. Sebaliknya UPVC sangat memungkinkan. Dengan kata lain, desain model dan bentuk, UPVC sangat bisa diandalkan dan diharapkan. Jadi tak perlu kuatir mengenai rancangan dari model jendela atau pintu anda.
 
LEBIH KEDAP SUARA

Ada beberapa faktor yang membuat kusen UPVC lebih kedap suara dari kusen aluminium apalagi kusen kayu.

Pertama adalah karena bahannya itu sendiri. Kusen aluminium adalah logam begitu kita ketok saja suaranya sudah bunyi berdentang. Tidak demikian dengan kusen UPVC. Kedua, soal perakitan dan pemasangan. Kusen aluminium itu dipotong dan dirakit manual sehingga tidak bisa menyatu 100% tanpa celah. Tidak demikian dengan UPVC. Setelah dipotong sesuai ukuran, UPVC dibentuk dan disatukan dengan mesin yang panas. Membuat kedua ujung UPVC mencair atau meleleh dan akhirnya lengket menjadi satu tanpa celah. Sampai di sini anda paham?

Selain itu adalah rangkaian UPVC ditambahkan besi galvalum sehingga menjadi jauh lebih berat. Ketika dirangkai dan dipasang ke lubang kusen atau pintu, akan membuatnya lebih berat dan ketika ditutup akan langsung menyatu dan seolah-olah ada daya lengketnya karena bahannya seperti plastik. Untuk bisa membandingkannya anda harus pernah masuk ke dua buah ruangan yang satunya menggunakan kusen dan pintu aluminium dan satunya lagi kusen dan pintu UPVC. Begitu ditutup maka ruangan berbahan aluminium mungkin masih akan menimbulkan gesekan atau getaran ketika aluminium bergesek atau bergerak ketemu aluminium..ngit...atau nget...gitu. Terutama pintu dan jelas celah pintu tidak akan pernah rapat karena berbahan aluminium.

Sebaliknya ruangan UPVC sama sekali tidak akan berbunyi. Ketika ditutup akan seperti tersedot atau menyedot depp..atau bukk...gitu. Lengket karena UPVC seperti plastik seperti ada daya lengketnya. Sekonyong-konyong ruangan jauh lebih sunyi dan tenang. Silakan anda buktikan sendiri dan kalau kebetulan berada di Jakarta langsung saja kunjungi kantor kami karena di sana menggunakan kusen, jendela dan pintu UPVC. Anda akan langsung merasakan daya redam kebisingan suara.

HEMAT BIAYA PERAWATAN

Ada barang tentu ada harga. UPVC jelas harganya jauh lebih mahal dari kusen aluminium. Namun berhubung produk Conch memberikan garansi 10 tahun maka secara kasar sebenarnya lebih murah dari kusen aluminium atau mungkin produk UPVC merek lokal lainnya. Sebab belum pernah ada dalam sejarah konstruksi, kontraktor kusen aluminium, tukang kusen aluminium bahkan pabrik aluminium yang berani memberikan garansi 10 tahun produk. Jangankan 10 tahun, 1 tahun saja jarang ada yang berani.

Pabrik jelas tidak berani karena mereka hanya memproduksi barang sementara pemasangan dan pengerjaan tergantung kepada masing-masing tukang. Mana mungkin hasil pengerjaan tukang yang berbeda-beda bisa dilimpahkan kepada pabrik sebagai penanggung jawab? Kurang lebih seperti itu.

Dengan berbagai kelebihan produk kusen UPVC layaknya kusen aluminium maka secara tidak langsung sebenarnya menghemat banyak biaya. Ujung-ujungnya jatuhnya lebih murah. Tidak digerogoti rayap saja sebenarnya sudah menghemat biaya yang sangat besar. Bangunan atau rumah yang dimakan rayap otomatis harus dirombak semuanya. Sama seperti membangun rumah dari awal. Belum lagi misalnya warna cat yang memudar atau luntur.

RAMAH LINGKUNGAN

Produk UPVC jelas lebih ramah lingkungan dari kusen aluminium. Karena bahan UPVC lebih mudah untuk didaur ulang. Meski biaya daur ulangnya bisa saja lebih mahal dari biaya memproduksi produk UPVC itu sendiri. Sebenarnya bicara ramah lingkungan, jelas kusen kayu berada nomor #1. Celakanya penebangan hutan justu kontraproduktif dengan penggunaan kayu sebagai bahan dasar konstruksi bangunan itu sendiri. Apalagi jika bukan efek global warming. Nah, lho?

Kekurangan UPVC

Tidak ada yang sempurna. Ada kelebihan tentu ada kekurangannya juga. Beberapa kekurangan dari produk profil kusen UPVC adalah:

WARNA TERBATAS

Warna kusen UPVC terutama produk UPVC CONCH hanya memiliki 3 warna dasar yakni: putih, cokelat dan hitam. Plus satu warna lain yaitu urat kayu (wood grain). Jadi kalau anda ingin menggunakan atau mengaplikasikan warna-warna nyentrik lain seperti merah, kuning, hijau, biru, batik, pelangi atau warna dasar turunan lainnya jelas tidak memungkinkan. Sebenarnya bukan tidak memungkinkan karena pabrik bisa saja memproduksi apa saja. Sementara kusen aluminium bahkan bisa kita pesan hanya beberapa batang untuk warna tertentu meski memang membutuhkan waktu untuk proses coatingnya.

Berhubung UPVC Conch adalah produk impor maka sesuai warna dari pabriknya di China. Kalau umpama ada permintaan pasar yang tinggi atas warna-warna tertentu lalu mereka produksi, tentu bisa juga tersedia. Dan itu butuh waktu juga jika dikirimkan atau dikapalkan sampai ke Indonesia. Atau pesan langsung ke pabriknya di China? Mana mungkin memenuhi syarat kuantiti mereka? Karena mereka khusus produksi global yang paling banyak dipergunakan untuk bangunan.

UTUH, PENYOK, RETAK

Kusen kayu ketika menerima benturan dari benda yang sangat keras dengan kecepatan tinggi tidak bergeming. Tampak utuh atau mungkin hanya penyok sedikit ke dalam atau sebatas bekas ujung benda yang membenturnya. Sementara kusen aluminium bisa penyok bengkok parah ke dalam. Sedangkan kusen UPVC bisa retak meski tidak bengkok parah sebab di dalamnya ada ganjalan besi galvalum.

HARGANYA LEBIH MAHAL

Kusen kayu berkualitas jelas paling mahal seperti kusen berbahan kayu jati. Kalau kusen kayu biasa harganya sangat-sangat murah. Kusen aluminium lebih murah lagi kecuali kita memesan warna-warna tertentu yang tidak dikeluarkan pabrik. Kusen UPVC lebih mahal dari kusen aluminium. Apalagi produk UPVC Conch yang merupakan produk impor maka jelas lebih mahal.

* * *

Kami rasa itulah beberapa kelebihan atau keunggulan utama dari produk UPVC khususnya UPVC Conch. Termasuk juga beberapa kekurangannya. Semoga artikel ini bermanfaat dan sekarang anda pun sudah ada gambarannya seperti apa. Jika  masih ada yang ingin ditanyakan jangan pernah sungkan untuk menghubungi kami. Apakah akan menggunakan kusen kayu, kusen aluminium ataukah kusen UPVC? Simak artikel kami berikutnya di topik memilih menggunakan kusen UPVC.

Salam dalam merancang dan membangun sebuah hunian dan impian masa depan!