Melihat Lebih Dekat Profil Kusen UPVC

Conchindonesia.com - Seperti yang kami bilang sejak awal bahwa tujuan utama kami merintis situs informasi seputar produk UPVC ini bukan semata-mata atas dasar praktek bisnis melainkan juga edukasi dan hiburan. Pakai tidak pakai, beli tidak beli, itu urusan kesekian. Kadang memang karena faktor modal, dana, budget atau uang membuat kita harus memilih produk lainnya. Tidak jadi soal karena ke depannya masih banyak kesempatan. Yang penting paham dan mengerti dulu produk tersebut. 

Kami ingin masyarakat Indonesia bisa lebih mengenal produk baru di dunia perkusenan ini dan bisa memanfaatkannya secara maksimal demi kebutuhan masing-masing. Tentu saja untuk masa depan konstruksi bangunan itu sendiri yang jauh lebih efektif, efisien, berkelas, berdaya tahan lama dan sesuai perkembangan zaman. Masa perkembangan teknologi dan zaman sudah sedemikian pesat, kita masih berkutat di produk itu-itu saja? Kapan majunya?


Kusen UPVC yang bagus dan dikerjakan dengan benar jika sudah dirakit dan dipasang jelas harus lebih berat dari kusen aluminium. Kalau lebih ringan silakan tanyakan kepada kontraktor UPVC yang anda pergunakan. Sudah pernah kita bahas sebelumnya. Itu kalau kita melihat dari berat ringannya. 

Sekarang kami ingin menunjukkan pada anda hal-hal yang lebih mendasar. Mari kita ambil beberapa contoh perbandingan penampang profil kusen aluminium vs profil kusen UPVC. Silakan diperhatikan dengan seksama ya.

Profil kusen aluminium
Beginilah kurang lebih tampang profil kusen aluminium.
Profil penampang potongan kusen aluminium
Profil kusen aluminium yang lebih beragam sesuai kebutuhan.

Sekarang kita lihat kusen UPVC:

Profil kusen UPVC
Beginilah kurang lebih tampang profil kusen UPVC.
Profil kusen UPVC yang lebih beragam sesuai kebutuhan.

Apa yang bisa kita lihat? Apa yang bisa kita pelajari? Apa yang bisa kita perbandingkan?
  • Secara umum pada dasarnya adalah sama antara kusen aluminium maupun kusen UPVC. Karena itu kedua produk ini bisa saling dipergunakan atau saling menggantikan. Misalnya contoh: rumah yang awalnya dipasang kusen aluminium maka bisa dibongkar dan diganti kusen UPVC. Begitu juga sebaliknya. Karena memang penggunaannya yang sama baik sebagai pintu, jendela, partisi, dsb.
  • Jika diperhatikan lebih seksama ternyata rongga-rongga yang ada di profil kusen UPVC jauh lebih banyak dari kusen aluminium. Mengapa demikian? Karena teknologi dan bahan yang dipergunakan berbeda. Satunya berbahan logam dan satunya berbahan dasar plastik. Ini bicara desain dan teknologi. 
  • Jika diperhatikan lebih jauh maka akan terlihat bahwa profil kusen UPVC memiliki alur halus yang jauh lebih beragam, banyak lekukan atau model dibandingkan dengan profil kusen aluminium. Sekali lagi ini juga karena faktor bahan yang dipergunakan.

Kalau poin pertama sudah tidak perlu dibahas. Keduanya sama dan bisa dipergunakan bersama-sama karena memang fungsinya sama. Ada uang lebih gunakan UPVC jika uang terbatas gunakan aluminium.

Sekarang untuk poin kedua: rongga-rongga. Rongga yang ada di kusen UPVC memang dimungkinkan untuk dibuat karena bahan dasarnya plastik. Makin banyak rongga makin banyak bahan yang harus dipergunakan. Ini ilmu matematika. Jika kusen aluminium dibuatkan banyak rongga tentu saja bisa karena tinggal setting otomatis dari pabrik. Tetapi di teknologi pabrikasi profil kusen aluminium tidak mengenal manfaat dari rongga-rongga seperti ini. Malahan kalau dibuat banyak rongga tanpa ada manfaatnya secara bisnis jelas tidak menguntungkan. Selain menambah berat batangan profil, juga akan membuatnya sulit dipergunakan orang karena harganya pasti akan semakin mahal. Ujung-ujungnya bisa lebih mahal dan lebih berat dari kusen UPVC terpasang.

Bagaimana dengan profil kusen UPVC atau produk PVC? Teknologi pabrikasi profil kusen UPVC menerapkannya. Bukan tanpa alasan adanya rongga-rongga seperti ini entah itu besar, sedang hingga kecil. Pertama adalah untuk memasukkan material lain seperti besi baja galvalum sebagai penguatnya. Selain itu memang sengaja diciptakan. Makin banyak rongga maka semakin hebat sebuah kusen UPVC mengeliminir atau meredam panas sekaligus suara atau kebisingan (noise). Kalau yang ini sudah masuk ilmu fisika. Makanya produk UPVC dijamin lebih kedap suara dari aluminium serta lebih bagus dalam menjaga suhu udara ruangan.

Sekarang poin ketiga: alur-alur halus yang terdapat di kusen UPVC jauh lebih beragam dan lebih banyak dari kusen aluminium. Karena memang memungkinkan sebab bahan pembuatannya sudah berbeda. Fungsi alur-alur halus ini di teknologi kusen UPVC memungkinkan kusen UPVC mengunci rapat dirinya ketika dirakit sehingga benar-benar anti bocor alias anti rembesan air ketika hujan angin badai sekalipun. Teknologi seperti ini tidak berlaku di kusen aluminium karena memang tidak dikenal dan tidak bermanfaat. Logam tidak bisa mengunci dirinya secara rapat karena logam tidak bisa lengket kecuali ada daya tarik magnet. Sama seperti rongga yang dijelaskan di atas. Rongga di UPVC ada manfaatnya sementara di aluminium tidak ada gunanya.

Sekali lagi, teknologi dan zaman berubah maka kemungkinan pabrikasi kusen aluminium dan kusen UPVC juga akan terus berubah. Kita hidup tidak bisa lepas dari teknologi apalagi untuk urusan bisnis atau produk konstruksi. Yang kita bicarakan sekarang adalah sesuai dengan zaman kita sekarang ini. Mungkin saja 20 atau 30 tahun ke depan teknologi kusen aluminium juga bisa menemukan terobosannya untuk menyaingi kehebatan kusen UPVC atau bisa juga justru UPVC menyalip jauh aluminium sehingga tinggal kenangan. 

Seperti ketika ponsel mengandaskan pager. Berikutnya adalah fase merek ponsel Nokia merajai pasar dengan OS Symbian-nya menekuk Motorola, Ericsson, Siemens, dkk. Seiring zaman, Nokia kandas di tangan Blackberry. Pesta meriah Blackberry akhirnya juga harus tinggal kenangan dengan hadirnya OS android yang digawangi oleh Google

Kaset video digantikan laser disc (LD). LD digantikan VCD. VCD digantikan oleh DVD. Dan sekarang DVD digantikan oleh streaming video on demand seperti Netflik, iFlix, GoPlay, Amazon Prime, dsb. Kamera film yang pernah begitu jaya di zamannya akhirnya digantikan kamera digital. Kamera digital mulai digantikan kamera mirrorless dan sebentar lagi mungkin kamera ponsel akan menjadi pengganti semuanya. Itulah dunia dan itulah zaman. Wallahualam!