Memilih Menggunakan Kusen UPVC

Conchindonesia.com - Setelah mengetahui sejarah dan apa itu produk UPVC serta apa kelebihan, keunggulan serta kekurangannya, mungkin anda akan mulai berpikir untuk beralih menggunakan kusen UPVC. Wajar karena hampir semua pemilik bangunan yang melek teknologi akan merespon seperti itu. Begitu sudah dijelaskan dan sudah paham betul mengenai kusen UPVC maka akan langsung beralih ke produk satu ini. Apalagi mereka yang suka berliburan atau pernah menetap cukup lama di kota-kota besar di Eropa. Di sana hampir 70% menggunakan UPVC untuk jenis bangunan baru yang dibangun di zaman sekarang. Karena standar Eropa memang harus mendahulukan produk-produk yang eco-friendly selain fungsi dan kegunaan utama dari sebuah produk.

Jadi andaikata anda melihat atau berkunjung ke rumah orang-orang kaya maka jangan kaget hampir sebagian besar menggunakan kusen berbahan UPVC ini. Khusus untuk bangunan-bangunan rumah baru ya. Kalau yang sudah dibangun sejak tahun 90-an apalagi 80-an jelas masih masa jayanya kusen aluminium atau mungkin stainless steel. Sejak tahun 2010 ke atas sudah berbeda. Saat ini, penggunaan kusen UPVC sudah sangat lumrah bahkan sudah merupakan produk yang biasa-biasa saja dan bukan sesuatu yang luar biasa. Diaplikasikan di kusen kaca mati, jendela, pintu kamar mandi, pintu antar ruangan, partisi ruangan, konservatori, garasi mobil bahkan pintu utama. Tak hanya rumah tepat tinggal melainkan di setiap bangunan, ruangan kantor, hotel, showroom, sekolah, klinik kecantikan, salon pribadi, praktek dokter, praktek akupuntur, kampus universitas, gudang, apartemen, dsb.

Memilih menggunakan kusen UPVC
Tak perlu bingung dalam memilih apakah akan menggunakan kusen aluminium atau kusen UPVC. Hanya anda yang bisa  menjawabnya, bukan orang lain! Pastikan baik-baik sebelum menyesal di kemudian hari.


Kami tidak ingin merecoki anda dengan rumah-rumah orang kaya karena orang kaya pasti banyak duitnya. Sudah pasti yang paling bagus meski mahal akan selalu menjadi pilihan dari orang-orang kaya tersebut. Meski harus kita akui, ada juga yang lebih selektif dan sedikit berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Kaya bukan berarti harus berfoya-foya, bukan? Kalau kebetulan anda termasuk orang kaya, sudah sukses mencapai karir atau bisnis yang sangat menghasilkan atau berlatar belakang orang tua yang kaya raya, wah selamat ya! Patut bersyukur dan berbuat kebajikan karena tidak semua orang terlahir dari keluarga kaya raya loh.

Begini Kawan. Jangan langsung memutuskan apakah akan menggunakan kusen UPVC atau tidak! Kusen UPVC itu harganya lebih mahal dari kusen aluminium. Karena memang kelasnya beda. Ingat baik-baik! Kalau kusen kayu sudah jelas kita kesampingkan terkecuali membangun atau membuat rumah atau bangunan khusus yang mempertahankan seni atau sejarahnya seperti rumah adat. 

Pertanyaannya adalah: bangunan atau ruangan seperti apa yang ingin atau sedang anda bangun? Menyasar kelas atau market apa? Atau seperti apakah anda ingin bangunan atau ruangan anda terlihat dan tercipta? Murahan, biasa saja, tradisional, unik, antik, mewah, berkelas, futuristik atau apa? Anda harus bisa menjawab pertanyaan ini. Jangan dengerin omongan si A, si B, si C atau mungkin sales marketing dari produk kusen entah itu kusen kayu, kusen aluminium atau kusen UPVC. Dari perusahaan distributor manapun bahkan kontraktor atau arsitek yang mengerjakan proyek bangunan rumah anda. Bagaimana jika si kontraktor atau arsitek ketinggalan informasi? Anda sebagai owner yang harus bisa menjawab pertanyaan di atas. Minta saran boleh tetapi keputusan ada di tangan anda sendiri. Karena anda dan keluarga andalah yang akan selamanya berada di ruangan, rumah atau bangunan tersebut dan bukan sales, arsitek apalagi kontraktor. Mereka hanya membantu anda mendesain, merancang atau membangun serta menawarkan produk yang sekiranya anda butuhkan atau perlukan.

Kastel (Castle)

Kalau anda membangun bangunan yang mirip istana, kastel atau puri, tentu tidak menggunakan ketiga jenis kusen yang baru kita sebutkan. Kastel, puri atau istana yang biasanya dibangun menyatu dengan sejumlah benteng pertahanan merupakan model konstruksi paling terkenal di pertengahan abad ke-19 terutama di negara-negara Eropa sana. Semuanya hampir menggunakan bahan dasar bebatuan yang tentunya haruslah batu yang kuat dan tahan lama. Karena fungsinya selain sebagai tempat hunian tentu agar tidak mudah dijebol atau ditaklukkan musuh (penyerang).

Kastel atau puri istana di zaman dulu yang masih mudah dijumpai di Eropa
Salah satu contoh bangunan kastel yang begitu indah yang masih bisa kita jumpai di negara-negara di Eropa. Biasanya cocok buat spot foto pre-wedding jika ingin mengambil cerita romantis sang putri dan pangeran. Tampak di foto adalah kastel Neuschwanstein di Jerman yang merupakan peninggalan Raja Ludwig II. Struktur kusen bahkan pintu dan menaranya wajib memakai batu sejenisnya seperti zamannya. (Getty images)

Bangunan seperti kastel ini atas dasar originalitas tentu kusennya pun harus kusen batu. Atau minimal menggunakan keramik atau paling bagus batu alam atau marmer yang dipotong dan dibuat khusus agar bisa menahan kaca. Itupun kalau anda menggunakan kaca sebagai bagian dari dekorasi akhir. Jadi lupakan kusen kayu, kusen aluminium bahkan kusen UPVC. Kecuali anda memang hanya membangun sebuah replika kastel yang ingin dimirip-miripkan saja. Kusen apapun boleh anda pergunakan sesuai selera.

Rumah Tradisional

Rumah tradisional suku Dayak di Kalimantan
Salah satu contoh rumah adat atau rumah tradisional. Tampak di foto adalah rumah adat suku Dayak yang sangat terkenal di Kalimantan atau yang juga dikenal sebagai "Rumah Betang". Rumah adat seperti ini agar historinya terjaga atau tercipta tentu unsur kayu harus diutamakan, bukan? Begitu juga dengan kusennya. Tidak mungkin kusennya pakai aluminium atau UPVC. (99.co)

Kalau anda membangun bangunan atau ruangan yang diharapkan mempunyai seni atau mempertahankan unsur histori, maka saran kami gunakan kayu atau kusen berbahan kayu. Karena kayu paling natural dan alami ibarat rumah-rumah zaman dulu. Hanya saja perlu memilih kayu-kayu terbaik dengan kadar air yang paling minim serta usia kayu (pohon) yang benar-benar tua. Memang terasa sulit tetapi ada kok di mana harganya juga jangan ditanya lagi. Ada barang tentu ada harga. Kalau anda memilih kayu-kayu murahan tentu sangat disayangkan karena nanti akan cepat aus, lapuk, dimakan rayap, memuai, dsb.

Bangunan Sederhana

Sebuah bangunan sederhana alias gubuk di pematang sawah
Kalau yang ini adalah ilustrasi sebuah bangunan sederhana alias gubuk yang dengan mudah kita jumpai di pematang sawah, kolam pemeliharaan ikan atau kolam pancing, kawasan pertambangan timah inkonvensional, dsb. Bahkan tidak butuh jendela apalagi kusen, bukan? Atapnya pun bisa dari jerami atau daun-daunan kalau mau.

Yang ini apalagi. Misalnya anda membangun bangunan sederhana atau katakanlah semacam gubuk. Pakailah kayu, bambu atau bahkan jerami pun tidak masalah. Kayu murahan atau bekas pakai atau bekas bongkar rumah pun oke-oke saja. Namanya juga gubuk atau tempat berteduh seadanya seperti di pematang sawah, bagan di lautan, di tepi kolam pancingan, di ladang atau perkebunan, dst. Bangunan sederhana yang tidak diharapkan bertahan lama tentu tidak perlu mahal-mahal apalagi hanya digunakan sesaat.

Ruko Rukan

Sekarang misalnya anda membangun ruko atau rukan. Pasti buat keperluan bisnis atau komersial, bukan? Namanya juga rumah toko (ruko) atau rumah kantor (rukan). Selain buat dihuni bisa dimanfaatkan juga untuk tujuan komersil seperti dagang makanan, buka salon, toko kelontong, toko bangunan, apotik, klinik kecantikan, praktek dokter, bank, toko roti, kantor kecil, dsb.

Apakah ruko atau rukan tersebut ujung-ujungnya diperjualbelikan? Berapa harga jual per unit? Terletak di lokasi seperti apa? Apakah di bilangan jalan raya utama dengan lalu lintas dua arah atau jalanan biasa satu arah? Di ibukota provinsi, kota kabupaten, kota kecamatan atau pelosok desa? Apakah di kompleks perumahan mewah, pusat kota, pinggiran kota atau pinggir jalan biasa masuk gang? Sebenarnya masih ada banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang harus anda jawab secara jujur.

Bangunan ruko atau rukan menggunakan kusen aluminium
Kalau yang ini sudah jelas ruko atau rukan. Minimal berlantai dua di mana lantai paling bawah bisa dibuat untuk kantor, tempat usaha atau toko. Lantai atas bisa buat mess atau tempat tinggal. Dari foto tampak dan sudah pasti menggunakan kusen aluminium karena terlihat target market atau kelasnya. Ini jenis ruko/rukan kelas menengah ke bawah.

Kalau harga jualnya katakanlah di bawah Rp 1 miliar atau mungkin cuma Rp 700 juta per unit, saran kami gunakan kusen aluminium saja. Kami dari GJS juga memiliki divisi kusen aluminium. Anda bisa hubungi kami juga. Mengapa harus menggunakan kusen aluminium? Karena ruko atau rukan tersebut kelas menengah ke bawah. Jadi buat apa pakai kusen UPVC? Harganya lebih mahal sehingga ketika anda jual tentu kurang cuan (menguntungkan). Bukankah demikian?

Lain halnya jika ruko atau rukan yang anda bangun ini posisinya strategis di pusat kota apalagi di persimpangan jalan raya utama yang sangat ramai atau bakalan berkembang sedemikian rupa. Katakanlah anda ingin menciptakan semacam pusat sentral bisnis (central business district alias CBD) tersendiri yang berkelas tinggi. Di mana harga jual per unitnya di atas Rp 2,5 miliar. Maka gunakanlah kusen UPVC. Karena pembeli juga tidak sembarangan mau membeli ruko rukan mahal tetapi kualitasnya hanya sebatas kusen aluminium. Sampai di sini anda bisa menangkap maksud kami?

Rumah Pribadi

Rumah pribadi seperti apa yang ingin anda bangun? Apakah ingin yang mewah atau sederhana? Kalau sederhana maka kusen aluminium sudah lebih dari cukup. Namun kalau yang anda inginkan adalah rumah mewah atau rumah berkelas, di mana lantai saja anda gunakan marmer impor maka jangan menggunakan kusen aluminium. Gunakanlah kusen UPVC agar sebanding dengan perabot atau bahan material berkelas lainnya.

Rumah konservatori menggunakan kusen UPVC di Eropa
Yang ini adalah ruangan atau rumah konservatori. Konservatori adalah sebuah bangunan yang menghubungkan antara bangunan utama (rumah) dengan taman. Rumah-rumah mewah terutama di Eropa biasanya ada konservatorinya. Tampak di foto menggunakan konstruksi kusen UPVC. Kalau diperhatikan dengan seksama jelas beda dengan kusen aluminium, bukan?

Apalagi misalnya anda ingin menciptakan sebuah ruangan yang lebih kedap suara, entah itu ruang tamu, ruang keluarga buat acara nonton dan berkaraoke, kamar tidur utama atau kamar tidur anak yang lebih nyaman dan bebas kebisingan, maka kusen UPVC adalah pilihan paling tepat! TIDAK BISA LAGI PAKAI KUSEN ALUMINIUM!! Apalagi jika rumah tersebut posisi letaknya di samping jalan raya yang hilir mudik kendaraan bermotor 24 jam, tentu anda wajib memilih UPVC agar lebih kedap suara. Anak-anak atau orang tua yang sedang tidur atau belajar pun tidak perlu dikagetkan dengan bunyi klakson atau suara knalpot mobil dan motor yang berseliweran sepanjang waktu. Apalagi ada bayi kecil.

Ruangan Kantor

Ruangan kantor bisa dengan kusen aluminium atau kusen UPVC
Ruangan kantor juga bisa menggunakan partisi kusen aluminium + kaca atau kusen UPVC + kaca. Pada dasarnya sama saja hanya bahannya yang berbeda. Mewah atau tidak tergantung kembali kepada selera masing-masing bos yang punya kantor dan tentunya biaya pembuatan. Kusen aluminium lebih murah tetapi kurang berkelas, sebaliknya kusen UPVC lebih mewah tetapi lebih mahal.

Sama seperti rumah pribadi. Anda ingin ruangan atau kantor anda seperti apa? Berkelas atau sederhana? Kalau ingin yang berkelas yang nyaman dan kedap suara sehingga transaksi bisnis atau obrolan bisnis dengan tamu, klien, rekan bisnis atau bos dari luar negeri lebih privasi, maka gunakanlah partisi kantor kusen UPVC. Kalau soal kaca anda bisa pakai kaca apapun. Mulai dari kaca single, double atau bahkan triple. Soal warna dan ketebalan kaca pun sesuai selera anda. Kaca yang dipasang di kusen aluminium atau kusen UPVC sama.

Kamar Hotel

Kamar hotel menggunakan kusen aluminium atau kusen upvc
Salah satu contoh kamar hotel di tepi pantai. Memakai jendela dan pintu geser alias sliding doors. Keduanya bisa menggunakan kusen UPVC atau kusen aluminium. Mau lebih tahan hawa panasnya udara pantai dan terlihat mewah maka bisa gunakan UPVC. Kalau mau lebih murah maka bisa gunakan kusen aluminium. Tergantung kelas hotel yang dibangun dan budget pembangunan itu sendiri. Sesuaikan saja dengan budget dan jangan dipaksakan.

Misalnya anda membangun hotel. Sekali lagi kelas tamu seperti apa yang ingin anda bidik. Kalau yang harga menginapnya per malam di bawah Rp 500.000 untuk high season maka gunakanlah kusen aluminium. Sebab menggunakan kusen UPVC akan melambungkan budget pembangunan hotel. Sebaliknya kalau anda membidik pasar konsumen kelas atas di mana harga menginap per malam di atas Rp 500.000 atau bahkan Rp 2 juta, maka gunakanlah kusen UPVC. Karena kamar hotel anda akan benar-benar lebih kedap suara sehingga tamu menginap pun merasa nyaman dan penuh privasi. Apalagi lokasi hotel anda persis di pinggir jalan raya utama pusat kota yang ramai. Sampai di sini pasti anda sudah get the point!

Rumah Kost-Kostan

Membangun rumah kost-kostan sama seperti membangun hotel atau rumah pribadi. Sekali lagi tergantung calon penghuni yang ingin anda bidik. Mau rumah kost biasa atau rumah kost berkelas. Kalau yang biasa saja maka gunakan kusen aluminium. Tapi kalau mau yang berkelas maka gunakan kusen UPVC. Sederhana! Sekali lagi, jika anda mau kusen aluminium murah juga bisa menghubungi kami. Kami ada divisi kusen aluminium juga.

Apartemen

Apartemen juga demikian. Anda membangun apartemen kelas apa. Kalau sebatas kelas menengah ke bawah apalagi kelas rumah susun, maka gunakanlah kusen aluminium. Kusen aluminium sudah lebih dari cukup untuk apartemen biasa. Namun kalau anda ingin membangun apartemen mewah kelas atas maka gunakan kusen UPVC. Kalaupun tetap ngotot mau pakai kusen aluminium, saran kami gunakan kusen aluminium langsung rakitan pabrik seperti YKK yang warnanya mengkilap. Ingat, rakitan pabrik langsung ya. Kalau tidak demikian, aparteman anda jelas bukan apartemen mewah. Ngomongnya sih mewah tetapi dari konstruksi saja sudah tidak berkelas. Zaman sekarang sudah susah untuk membohongi atau mengibuli konsumen yang punya uang. Internet cepat memberikan edukasi dan informasi seputar produk dan jasa apapun itu.

Kalau ingin apartemen yang memiliki daya tahan lama, anti panas, kedap suara, anti rayap, anti bocor, anti cuaca kemarau dan hujan, anti rembesan air di setiap jendelanya, memiliki sistem anti kobaran api, yang eco-friendly, yang paling umum digunakan di seluruh belahan dunia di zaman teknologi sekarang ini maka gunakanlah kusen UPVC. Yang perlu anda lakukan hanyalah memastikan UPVC tersebut sudah cukup terkenal mereknya dan dipakai secara global di seluruh dunia. Bukan merek tak dikenal atau merek lokal yang tidak diterima di negara lain.

Kami rasa sampai di sini sudah sangat jelas dan anda pasti paham.

Sekarang tinggal putuskan sendiri karena hanya anda sendirilah yang tahu seperti apa tipe, jenis, kelas properti yang ingin anda bangun. Entah itu dipergunakan atau dihuni sendiri atau dipasarkan kembali ke khalayak umum. Kami di sini hanya membantu anda sebagai salah satu mitra kontraktor seandainya anda membutuhkan kusen UPVC dan itu adalah merek CONCH yang sudah melegenda di dunia. Kami siap melayani anda! Itu saja!

Jadi sebenarnya bukan soal selera semata-mata melainkan memang sesuai dengan peruntukan dan zamannya. Di sini kami hanya mencontohkan salah satu kelebihan UPVC yakni kedap suara. Padahal masih banyak lagi kelebihan produk UPVC seperti yang sudah pernah kami bahas sebelumnya. Kalau soal harga tentu ada barang ada harga. Dan ingat karena UPVC Conch adalah produk impor maka harganya tentu berfluktuatif. Untuk kepastian harga serta diskon menarik, silakan hubungi kami!